MGOALINDO – Kamila Valeiva, atlet skate Rusia yang dinyatakan positif menggunakan doping pada pekan lalu telah ditetapkan bisa lanjut berlaga di Olimpiade Musim Dingin Beijing kali ini. 

Hasil tes urine kala itu menunjukkan bahwa ia positif menggunakan angina trimetazidine yang dilarang.

Keputusan tersebut telah dikeluarkan oleh The Court of Arbitration of Sport (CAS) yang merupakan organisasi arbitrasi olahraga dunia. 

Valieva yang masih berusia 15 tahun termasuk ke dalam kategori orang yang dilindungi di mana batasannya adalah 16 tahun. Oleh karenanya, situasinya pun dianggap merupakan pengecualian atau luar biasa.

Cas menyebut bahwa melarangnya untuk lanjut berkompetisi di Olimpiade Beijing akan menimbulkan ‘kerusakan yang tidak dapat diperbaiki’.

“Dengan dasar fakta yang sangat terbatas dari kasus ini dan setelah pertimbangan isu legal yang berkaitan, telah diputuskan tidak ada larangan darurat yang akan dijatuhkan kepada sang atlet karena situasi pengecualian atau istimewa,” tulis Cas seperti dikutip dari The Guardian.

“Panel mempertimbangkan prinsip dasar keadilan, keseimbangan, kerusakan yang tidak bisa diperbaiki dan kepentingan dengan relativitas yang setara antara pemohon dan atlet.”

“Secara khusus, panel mempertimbangkan bahwa melarangnya untuk berkompetisi di Olimpiade akan menyebabkannya kerusakan yang tidak dapat diperbaiki dengan kondisi seperti ini.”

International Olympic Committee (IOC) sebagai penyelenggara Olimpiade pun telah menyatakan bahwa mereka akan mengikuti keputusan Cas tersebut.