MSPORTS – Bagi Carlos Sainz, musim 2022 terbilang cukup baik. Dirinya meraih lebih banyak poin (246) dibanding musim sebelumnya (164,5) meski memang berakhir di posisi yang sama (5).

Itu tidak terlepas dari beberapa pencapaian positifnya. Pada 2022, pembalap asal Spanyol itu sembilan kali naik podium, meningkat dari musim sebelumnya yang hanya empat kali.

Bahkan, pada 2022 yang merupakan musim kedua Sainz bersama Ferrari, ia untuk pertama kalinya menjadi juara grand prix, yaitu di GP Inggris Raya.

Sayangnya, pada musim ini, pria berusia 28 tahun tersebut juga masih kerap inkonsisten. Dirinya tercatat enam kali gagal menyelesaikan balapan alias DNF.

Oleh karenanya, Sainz pun mengaku ingin bisa lebih konsisten untuk musim 2023 yang akan dimulai pada 5 Maret di Bahrain.

“Sepertiga musim memang menantang di mana saya kesulitan dengan keseimbangan mobil, gaya membalap, mobil yang untuk beberapa alasan tidak sesuai dengan saya, dan saya harus sering melewatinya,” kata Sainz dikutip situs resmi Formula 1.

“Dan untuk seperduanya, saya lebih bahagia dengan mobil. Saya lebih sering berada dalam kecepatan tetapi sayangnya banyak DNF dan masalah reliabilitas sepanjang jalan,” lanjut Sainz.

“Di atas itu, tampaknya Mercedes dan Red Bull melewati paruh kedua musim yang lebih baik. Jadi, itu disayangkan. Namun, saya banyak belajar,” tegas Sainz.

“Saya bangga dengan perkembangan yang telah saya lakukan dengan mobil, dengan teknisi saya, cara kami mengelola kecepatan saya,” sambungnya.

“Saya akan memastikan tahun depan kami kembali ke Carlos yang konsisten pada 2021 dan meraih hasil yang bagus,” pungkas Sainz.