MSPORTS – Pembalap Gresini, Enea Bastianini, berhasil mengalahkan calon rekan setimnya di tim pabrikan Ducati, Francesco Bagnaia, di lap terakhir pada MotoGP Aragon, Minggu (18/9) malam lalu. Namun dengan kemenangan keempat musim ini, ia masih tidak menganggap dirinya sebagai pesaing juara.

Bastianini menganggap jarak dengan pemimpin klasemen saat ini, Fabio Quartararo, masih terlalu jauh untuk disalip di lima balapan tersisa.

Pembalap berusia 24 tahun ini berada di posisi empat klasemen pembalap dengan 163, berjarak 48 angka dengan pembalap Yamaha tersebut yang retired di lap pertama usai tabrakan dengan Marc Marquez (Honda).

“Tim memberi tahu saya Quartararo tabrakan setelah balapan. Saat balapan saya tidak mengetahuinya,” kata Bastianini.

“48 poin untuk saya terlalu banyak untuk memangkas jarak, tapi saya ingin meneruskan di arah ini untuk menjadi kompetitif di bagian akhir kejuaraan ini.”

“Saya ingin menjalaninya balapan demi balapan. Saya memiliki persiapan yang baik untuk masa depan saya, dan saya pikir ini positif.”

“Kejuaraan ini penting dan sekarang saya semakin dekat ke Fabio, ke Pecco (Bagnaia), ke Aleix (Espargaro).”

“Tapi ini bagi saya bukan tekanan saat ini karena saya harus memperoleh banyak poin dan apa yang saya katakan adalah saya harus melihat apa yang terjadi balapan demi balapan.”

“Dan target saya untuk saat ini adalah balapan, bukan kejuaraan.”

Bastianini berhasil menyalip Bagnaia untuk menang di Aragon di lap terakhir tikungan 7. Meski sudah mendekati Bagnaia di beberapa lap terakhir, namun ia tahu bisa menyalip saat dua tikungan sebelumnya. 

“Saya tidak berpikir tikungan mana untuk mencoba menyalip,” tambah Bastianini.

“Tapi ketika saya melihat Pecco sangat dekat di tikungan 5, saya pikir ‘OK, sekarang waktunya untuk menyalip’. Dan di tikungan tujuh saya kuat di balapan ini.”