MSPORTS – Fabio Capello berhasil membawa Real Madrid menjadi juara LaLiga pada 2006/2007. Menurutnya, kesuksesan tersebut tidak terlepas dari strateginya di bursa transfer.

Pada pertengahan musim itu, Capello memutuskan untuk melepas Ronald ke AC Milan. Dan inilah strategi yang ia maksud di atas.

“Keputusan untuk memecat Ronaldo dan mendatangkan Cassano membantu menciptakan semangat untuk meraih kemenangan di dalam tim,” katanya dikutip dari Marca.

“Kami mengejar sembilan poin dari Barcelona di sepuluh pertandingan terakhir dan saya masih bangga soal itu hingga hari ini,” tegasnya.

Bagi Capello, kondisi Ronaldo saat itu tidaklah bagus. Dirinya tidak berlatih dan terlalu banyak menggelar pesta.

Sebelum Milan merekrutnya, Capello bahkan mengaku sempat memperingatkan mereka.

“Saya ingat Silvo Berlusconia memanggil saya untuk menanya bagaimana kondisi Ronaldo. Saya mengatakan bahwa dia bahkan tidak berlatih dan dia terlalu suka pesta dan wanita. Jadi, merekrutnya untuk Milan akan menjadi kesalahan,” kata Capello.

“Hari berikutnya, saya melihat tajuk utama di surat kabar: “Ronaldo berada di Milan’. Itu sangat lucu,” ucap Capello.

Selain Madrid, di level klub, Capello juga pernah melatih AC Milan, AS Roma, dan Juventus.

Dia sejatinya meraih gelar paling banyak bersama Milan. Namun, Capello mengakui bahwa Madrid-lah yang paling membekas di hatinya.

Menurutnya, itu adalah karena pada musim 1996/1997 saat dia melatih pertama Madrid, dirinya bisa membangun tim dari para bintang muda seperti Clarence Seedorf dan Roberto Carlos.

“Bernabeus adalah tempat suci. Tanggung jawabnya begitu besar. Real Madrid adalah tim yang paling membekas di hati saya karena saya harus membangunnya dengan mendatangkan pemain yang anda pikir bisa membuat perbedaan,” ujarnya.

“Saya memiliki pemain berusia 20 tahun di dalam tim. Saya mendatangkan Seedorf dari Sampdoria dan Roberto Carlos untuk pertahanan,” pungkasnya.