MSPORTS – Pemuncak klasemen MotoGP sementara, Fabio Quartararo, mengakui kesulitannya mengendarai motor Yamaha musim ini. Hal tersebut membuat pembalap asal Prancis ini tidak menikmati mengendarai motornya saat ini.

Quartararo mengalami paruh musim kedua yang berat ketika hanya meraih satu podium dalam enam balapan terakhir.

Dengan kurangnya kecepatan motornya, ditambah penalti yang didapat di Silverstone, serta jatuh di lap pertama di Misano lalu, Quartararo hanya berjarak 10 angka dari pesaing utamanya musim ini, Francesco Bagnaia (Ducati), sebelum MotoGP Jepang.

Untungnya bagi juara dunia tahun lalu ini ketika Bagnaia terjatuh di lap terakhir di sirkuit Motegi, yang berhasil kembali menambah jarak menjadi 18 angka.

Quartararo sendiri frustrasi dengan hasil di Motegi. Ia yang start di posisi 8, hanya naik satu tingkat saat menyentuh garis akhir.

“Anda harus memikirkan soal masa depan, dan itu balapan selanjutnya karena kami tidak akan kembali ke Jepang sampai tahun depan, kemudian kami akan memiliki motor yang lebih baik,” kata Quartararo, dikutip dari Motorsport.com.

“Saya tidak menikmati mengendarai motor sejak lama.”

“Jika anda tidak memulai dari baris depan, selamat tinggal (kesempatan untuk menang).”

Sebelumnya Quartararo pernah mengutarakan pendapatnya soal persaingan juara. Meski tidak khawatir untuk mempertahankan gelar juaranya, ia juga tidak tenang dengan situasi ini.

“Saya akan katakan tidak khawatir, tapi saya juga tidak tenang,” kata Quartararo soal titel juara MotoGP.

“Kami tahu bahwa bagi saya, saya telah balapan dengan bagus hari ini tapi hanya bisa untuk posisi lima dan saya lima detik dari yang terdepan.”

“Jadi, kami tidak di posisi yang sangat bagus. Saya hanya memiliki konsistensi yang lebih dari Pecco (Bagnaia), tapi dalam hal kecepatan, kami lambat.”