MSPORTS – Federasi Mobil Internasional (FIA) akhirnya mengambil langkah untuk mengatasi masalah ‘porpoising’ yang terus dikeluhkan oleh pembalap Formula 1 pada musim ini.

Salah satunya adalah Lewis Hamilton yang menyebut bahwa balapan di GP Azerbaijan pada akhir pekan lalu adalah yang paling menyakitkan sepanjang karirnya karena masalah ini.

Porpoising sendiri merupakan sebuah situasi di mana mobil memantul-mantul begitu keras karena bagian bawahnya yang begitu dekat dengan tanah. Dampaknya, kondisi keselamatan para pembalap pun jelas ikut terancam.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari desin baru mobil F1 pada musim ini yang kembali menggunakan prinsip downforce yang terakhir kali digunakan pada era 1980an.

Ada dua langkah jangka pendek yang diinstruksikan FIA kepada seluruh tim. Pertama adalah pemeriksaan secara lebih cermat terkait bagian plank dan skid, baik secara desain maupun aus yang tampak.

Kedua adalah perihal batasan metrik di mana FIA pun mengaku tengah mencari rumus matematika yang tepat, termasuk dengan mengundang para tim untuk memberikan analisanya.

“FIA memutuskan untuk ikut campur menyusul konsultasi dengan para dokter dengan pertimbangan keselamatan pembalap,” tulis pernyataan FIA dalam situs resminya.

“Dalam olahraga di mana para pesaing secara rutin mengendarai di kecepatan lebih dari 300km/jam, penting bahwa seluruh konsentrasi pembalap harus fokus kepada tugas tersebut dan kelelahan berlebihan atau pengalaman menyakitkan yang dirasakan pembalap bisa berkonsekuensi signifikan jika berujung dengan kehilangan konsentrasi,” lanjut FIA.

“Sebagai tambahan, FIA memiliki kekhawatiran terkait dampak langsungnya untuk fisik dan kesehatan pembalap, beberapa yang melaporkan mengalami sakit punggu di beberapa balapan terakhir,” tutup FIA.