MSPORTS – Presiden Juventus Andrea Agnelli dan wakil presiden Pavel Nedved beserta seluruh jajaran direksi memutuskan mengundurkan diri dari klub. Hal ini diumumkan si Nyonya Tua pada Selasa (29/11) dini hari WIB.

Mundurnya para petinggi Juventus ini karena Bianconeri menjalani pemeriksaan atas tuduhan pemalsuan laporan keuangan dan memanipulasi transfer pemain.

Kendati demikian, Bianconeri membantah atas semua tuduhan tersebut.

Alhasil, sebagai bentuk kerja sama atas investigasi dari otoritas setempat, Agnelli, Nedved, beserta delapan jajaran direksi termasuk CEO Maurizio Arrivabene mengundurkan diri dari Juventus. Namun Juventus masih Arrivabene masih menjabat sebagai CEO interim.


Juventus yang berada di posisi empat klasemen Serie A musim lalu, melaporkan kerugian sebesar 220 juta pounds atas sebesar Rp4,1 triliun.

“Jajaran direksi Juventus, mengingat pentingnya dan relevansi permasalahan hukum dan teknis/keuangan, demi kepentingan terbaik bahwa Juventus sendiri akan menawarkan jajaran direksi baru untuk mengatasi masalah ini.” tulis Juventus, dikutip dari situs resmi klub.

“Untuk tujuan ini, menyusul proposal dari presiden Andrea Agnelli dan untuk mengizinkan keputusan pembaruan direksi diberikan saat rapat pemegang saham secepatnya, semua anggota direksi saat ini memutuskan untuk meninggalkan posisinya.”

“Juventus akan terus berkolaborasi dan berkera sama dengan otoritas pengawas dan industri, tanpa 

Juventus akan terus berkolaborasi dan bekerja sama dengan Otoritas pengawas dan industri, tanpa mengurangi pembelaan hak-haknya sehubungan dengan tuduhan terhadap laporan keuangan Perusahaan dan siaran pers oleh Consob dan Kantor Kejaksaan.”

Rapat pemegang saham yang sebelumnya ditunda dari November 23 menjadi Desember 27, akan digelar pada 18 Januari 2023 mendatang.