MSPORTS – Kabar mengejutkan mengguncang paddock GP Hungaria saat Sebastian Vettel mengungumkan akan pensiun pada akhir musim. Banyak yang akan kehilangan sosoknya di lintasan, terutama Mick Schumacher.

Kepergian Vettel akan meninggalkan lubang yang dalam bagi Schumacher. Mereka berdua terkenal memiliki hubungan yang erat sejak debut Schumacher pada 2021 lalu.

Schumacher sering meminta saran kepada Vettel yang merupakan juara dunia empat kali dan menghabiskan waktu bersama di dalam dan luar lintasan.

Mendengar kabar tersebut, Schumacher mengungkapkan kesedihannya menjelang GP Hungaria.

“Di satu sisi, tentu saja saya sedih,” kata Schumacher.

“Dia sudah pasti akan meninggalkan lubang yang besar di olahraga ini, karena dia memiliki karakter yang hebat, dan juga orang yang spesial. Dia juga orang yang mudah disukai. Jadi saya akan sangat merindukannya.”

Schumacher mengatakan kehilangan Vettel bukan hanya akan berdampak dengan waktu yang dihabiskan di lintasan.

Mereka merupakan pembalap asal Jerman dan Schumacher merasa kehilangan karena tidak ada pembalap lain yang bisa diajak bicara dengan bahasa aslinya.

“Lebih sekadar saat balapan. Ini soal bisa mengunjungi saat malam dan makan malam bersamanya. Itu yang akan paling saya rindukan,” lanjut Schumacher.

“Dia seseorang yang saya bisa ajak bicara dengan bahasa saya. Dia akan sangat dirindukan oleh semuanya, terutama saya.”

Vettel lebih dulu akrab dengan ayah Schumacher, Michael, saat dua pembalap ini bersaing di lintasan pada 2010 hingga 2012.

Namun kini Vettel menjadi sosok yang mengayomi Mick Schumacher di paddock. Menggantikan peran Michael bagi Vettel saat muda.


Keputusan pensiun ini tidak mengejutkan bagi Schumacher karena ia sudah mengenal Vettel yang memiliki ketertarikan di luar trek seperti isu sosial dan lingkungan.

“Saya tidak bilang terkejut. Maksud saya, saya kenal benar dengan Seb. saya rasa dan saya tahu dia memiliki hal lain yang ingin dilakukannya.

“Pada akhirnya, saya pikir jika dia merasa ini waktu yang tepat, maka dia harus melakukannya. Dan saya pikir kadang ini hanya masalah firasat. Jadi saya dukung 100 persen.”