MSPORTS – Roger Federer, pemegang 20 titel Grand Slam, telah melakoni partai terakhirnya berdampingan bersama rival terbesarnya, Rafael Nadal, di turnamen Laver Cup yang ia prakarsai, Sabtu (24/9) dini hari WIB. Petenis asa Swiss ini mengakui tidak sedih atas hal ini, ia merasa seperti perayaan atas karier gemilangnya selama 24 tahun.

Bermain di nomor ganda bersama Nadal, mereka kalah 4-6, 7-6 (2), [11-9] dari pasangan asal Amerika Serikat, Jack Sock dan Frances Tiafoe.

Usai pertandingan, Federer diwawancarai oleh Jim Courier dan menangis selama wawancara.

“Ini hari yang indah. Saya memberi tahu mereka, ‘saya bahagia. Saya tidak sedih’. Jadi, saya merasa sangat senang berada di sini,” kata Federer yang kini berusia 41 tahun.

“Saya senang mengikat sepatu saya lagi untuk sekali lagi dan semuanya untuk terakhir kali.”

“Lucunya, dengan semua pertandingan dan ada mereka dan berada di sini dengan fans, keluarga, teman, saya tidak merasa stres meskipun saya memikirkan sesuatu bisa saja salah, seperti mencederai betis, punggung, atau sesuatu di pertandingan.”

Federer mengumumkan pensiunnya pada Kamis (15/9) malam WIB lalu melalui media sosialnya. Ia telahi menjalani sejumlah operasi untuk menangani cedera lutut, namun sulit untuk pulih total selama tiga tahun terakhir yang membuatnya harus pensiun.

Pemain asal Swiss ini tidak pernah bermain sejak kalah di perempat final Wimbledon 2021 lalu dari Hubert Hurkacz dan hanya bermain tiga Grand Slam sejak awal 2020.


“Saya sangat bahagia saya berhasil menyelesaikannya dan pertandingannya hebat. Saya tidak bisa lebih senang lagi. Ini sangat luar biasa,” lanjut Federer.

“Dan tentu saja, bermain bersama Rafael Nadal di tim yang sama dan bersama mereka, semuanya di sini, semua legenda, Rocket (Rod Laver), Stefan Edberg, terima kasih!”

Untuk pertama kalinya dalam Laver Cup, tim Europe diperkuat oleh legenda tenis yang disebut dengan the Big Four, yang diisi oleh Federer, Nadal, Novak Djokovic, dan Andy Murray.


“Ini sangat luar biasa, benar-benar luar biasa. Saya tidak merasa kesepian di sana,” tambah Federer.

“Saya merasa luar biasa. Tapi untuk mengatakan selamat tinggal kepada tim, saya selalu merasa saya pemain tim. Saya memiliki tim, Anda tahu, bepergian dengan saya mengelilingi dunia. Sangat luar biasa bersama mereka. Jadi, terima kasih untuk semuanya yang membantu saya selama bertahun-tahun.”

“Dan tentu saja bersama tim dengan Andy, Thomas (Enqvist), Novak, Matteo (Berrettini), Cam (Cameron Norrie), Stefanos (Tsitsipas), Rafa and Casper (Ruud) dan semua di tim lain. Anda semua luar biasa. Sangat senang bermain di Laver Cup.”

“Ini seperti perayaan untuk saya. Saya memang akhir yang saya inginkan, dan ini benar-benar yang saya harapkan. Jadi, terima kasih.”

Gelar Grand Slam ke-20 Federer, gelar terbanyak saat itu setelah memenangkan Australian Open 2018, kini telah dilampaui oleh rivalnya Rafael Nadal dan Novak Djokovic.

Meskipun begitu, masih banyak yang menganggapnya sebagai petenis pria terbaik sepanjang masa.

Dengan prestasi dan ketenarannya, Federer merupakan salah satu atlet pria terkaya dan selalu masuk dalam 10 besar dalam daftar pendapatan terbanyak, baik dari hadiah turnamen ataupun sponsor.

Federer kemudian mengucapkan terima kasih kepada istri, anak-anak, dan orang tuanya, yang diikuti isak tangis keluarganya, serta Nadal yang juga terlihat menangis di bangku pemain.


“Semuanya di sini, anak-anak saya. Istri saya sangat mendukung. Dia bisa saja menghentikan saya sejak dulu. Tapi Anda tidak melakukannya, dia terus mendukung saya dan membiarkan saya bermain. Jadi, ini luar biasa, terima kasih,” ucap Federer kepada istrinya.

“Saya merasa ini selalu lucu. Kami selalu menyalahkan ibu saya atas semuanya karena tanpa dia saya tidak akan ada di sini, tentu saja. Jadi, terima kasih untuk orang tua saya, Anda luar biasa. Terima kasih.”

“Dan semuanya. Terlalu banyak untuk diucapkan terima kasih. Ini sangat hebat. Ya, Tuhan. Malam yang fantastis. Terima kasih, semuanya!” pungkas Federer.

Pensiunnya Federer ini diumumkan tak lama setelah Serena Williams, petenis wanita terbaik sepanjang masa, bermain di partai terakhirnya di US Open lalu.

Hal ini menandakan berakhirnya sebuah era di mana para petenis yang pernah mendominasi lapangan baik lapangan keras, tanah liat, maupun rumput, menggantung raketnya.

Adapun Nadal dan Djokovic, yang kini telah berusia 36 dan 35 tahun, masih memiliki beberapa tahun bermain di level tertinggi.