MSPORTS – LeBron James mencetak 27 poin, serta sembilan rebound dan enam asis. Namun jumlah ini belum mampu membawa Los Angeles Lakers mematahkan tren buruk usai kalah 112-98 dari Miami Heat, Kamis (29/12) pagi WIB.

Kekalahan ini membuat Lakers hanya meraih satu kemenangan dari enam laga terakhir.

Pada 30 Desember nanti, James akan berusia 38 tahun. Meski pernah mengungkapkan ia berkeinginan untuk bermain hingga usia 40 tahun, gairah tersebut menyuruh usai terus-terusan kalah bersama Lakers.

Sebelumnya ia hanya mengindikasikan kekesalan soal timnya. Namun pasca kekalahan lawan Miami Heat, ia membeberkan rasa kesalnya.

“Saya tidak memiliki perhitungannya,” kata James saat ditanya sampai kapan ia akan bermain, dikutip dari ESPN.

“Saya tahu selama saya masih bertekad, saya bisa bermain di level ini. Sekarang, ini bergantung pada pikiran saya.”

“Badan saya akan baik-baik saja jika saya masih bertekad, saya akan memastikan badan saya tetap dijaga, dan saya akan terus bekerja keras.”

“Jadi, saya seorang pemenang, saya ingin menang. Dan saya ingin menang dan memberikan diri saya kesempatan untuk menang dan masih bersaing di kejuaraan.”

“Itu selalu menjadi gairah saya, itu selalu menjadi target saya sejak saya masuk ke liga sebagai anak 18 tahun dari Akron, Ohio.”

“Dan saya tahu memerlukan banyak langkah untuk berada di sana, tapi saat Anda seketika di sana dan Anda tahu bagaimana untuk mencapai ke sana, bermain basket di level ini hanya semata-mata untuk bermain basket tidak ada di DNA saya.”

“Jadi, kita akan lihat apa yang terjad dan lihat seberapa segar pikiran saya segar dalam beberapa tahun ke depan.”

James yang sudah di penghujung kariernya, kini memasuki musim ke-20 di NBA.

Meski memimpin Lakers juara NBA pada 2020, James gagal lolos ke playoffs di dua dalam empat musim.

Usai kekalahan dari Heat, Lakers kini memiliki rekor 14-21 musim ini dari 35 pertandingan, yang menempatkan mereka di posisi 13 di Western Conference.

Hasil ini membuat Lakers kembali terancam gagal lolos ke postseason untuk dua musim beruntun, atau gagal lolos dalam tiga dari lima musim terakhir.

“Saya tidak tahu seberapa lama lagi saya akan bermain di liga,” lanjut James.

“Saya berpikir soal saya tidak ingin mengakhiri karier bermain saya di level ini dari aspek tim. Saya akan masih bisa bersaing untuk kejuaraan karena saya tahu apa yang saya masih bisa bawa ke klub mana pun yang tepat.”

“Saya berpikir soal anak saya yang tak lama lagi akan lulus dari SMA, masuk ke perguruan tinggi dan saya masih bermain.”

“Anak bungsu saya akan kelas 11 tahun depan - seberapa banyak waktu yang saya lewatkan. Jadi, sepanjang hari, pekan, bulan, saya sedikit memikirkan soal semuanya.”