MSPORTS – LaLiga telah melaporkan Paris Saint-Germain (dan Manchester City) kepada UEFA karena dianggap melanggar peraturan Finansial Fair Play (FFP).

Namun, Presiden PSG, Nasser Al-Khelaifi, mengaku tidak takut sedikit pun akan ancaman tersebut. Menurutnya, klubnya tahu proyek yang mereka jalankan di klub, termasuk dalam melakukan transfer.

Al-Khelaifi bahkan menyebut tidak mengenali Javier Tebas, presiden LaLiga, yang sering mengeluarkan kritikan terhadap klubnya.

“Siapa Tebas? Saya tidak mengenal orang tersebut. Gaya kami adalah untuk tidak ikut campur terkait urusan klub, liga, atau federasi lain. Itu bukan gaya kami,” kata Al-Khelaifi kepada Marca.

“Namun, kami tidak akan menerima bahwa orang lain memberikan kami pelajaran. Saya tidak peduli apa yang diucapkannya. Kebenarannya adalah kami telah membicarakan ini selama bertahun-tahun,” ujar Al-Khelaifi.

“Kami memiliki proyek sepak bola untuk dibangun dan kami akan menjalankannya. Kami tidak khawatir soal apa pun yang keluar di media karena kami tidak akan membuang waktu dengan segala yang keluar,” tegasnya.

Seperti diketahui, salah satu alasan dari keputusan LaLiga dan Tebas melaporkan PSG adalah karena nilai uang mereka yang habiskan dalam memperpanjang kontrak Kylian Mbappe.

Menurut mereka, jumlahnya tidak sesuai dengan kondisi keuangan PSG yang dinilai mengalami kerugian yang tidak sesuai dengan prinsip FFP.

“Setiap tahun, setiap musim panas, itu sama saja. Dia mengatakan kami tidak menghormati Fair Play. Kami tidak menghormati pihak lain?” kata Al-Khelaifi.

“Kami tahu yang kami lakukan, siapa yang bisa kami datangkan, kami tahu lebih baik dibanding dirinya soal apa yang bisa kami lakukan dan orang lain tidak perlu memberi tahu kami soal apa yang bisa dan tidak kami lakukan.”

“Jika itu dilakukan, itu karena kami bisa. Lihat kasus Messi. Itu sama saja. Mereka mengatakan itu tidak mungkin secara finansial dan kami memiliki uang untuk Messi,” katanya.

Secara menohok, Al-Khelaifi bahkan menyuruh Tebas untuk fokus saja mengurusi liganya yang dinilai sudah mati.

“Dia tidak tahu apa pun dan seharusnya fokus ke liganya karena LaLiga cukup mati,” pungkasnya.