MSPORTS – Novak Djokovic telah absen dalam dua Grand Slam tahun ini karena menolak untuk divaksinasi Covid-19. Namun petenis asal Serbia itu tidak menyesal akan keputusannya.

Djokovic memenangkan Australian Open, French Open, dan Wimbledon pada 2021 lalu. Tapi karena Australia melarang pendatang yang tidak divaksinasi, ia dideportasi dan gagal mempertahankan gelarnya.

Petenis pemegang 21 titel Grand Slam ini juga tidak bisa masuk ke Amerika Serikat untuk bermain di US Open.

Djokovic belum bermain satu turnamen pun sejak memenangkan Wimbledon pada Juli lalu. Petenis berusia 35 tahun ini tidak bermain di satu turnamen ATP Tur yang diadakan di Amerika Serikat tahun ini.

“Tidak, saya tidak ada penyesalan,” kata Djokovic yang akan berlada di Laver Cup 23-25 September ini.

“Maksud saya, saya sedih karena saya tidak bisa bermain, tapi, Anda tahu, itu keputusan yang saya buat.”

“Saya tahu konsekuensinya, jadi saya menerimanya. Itu saja.”

Djokovic sempat menerima larangan berkunjung ke Australia selama tiga tahun pasca dideportasi. Namun kemudian Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan ia diizinkan bermain di Australian Open edisi selanjutnya.

“Saya menunggu kabar itu,” lanjut Djokovic.

“Saya tidak bisa mengendalikannya. Saya berharap dapat kabar positif secepatnya.”

Djokovic masih memiliki waktu hingga Januari mendatang saat Australian Open diadakan untuk menunggu keputusan ini.