MSPORTS – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menjadi korban lemparan koin di Anfield saat laga kontra Liverpool, Minggu (16/10) malam WIB. Laga tersebut berakhir dengan kemenangan the Reds 1-0, melalui gol tunggal Mohamed Salah

Guardiola berang karena Anthony Taylor memutuskan untuk menganulir gol Phil Foden karena adanya pelanggaran yang dilakukan Erling Haaland terhadap Fabinho.

Mohamed Salah akhirnya menjadi penentu dengan golnya pada menit ke-76 melalui serangan balik cepat, dengan asis dari Alisson.

Guardiola kemudian mengklaim menjadi target kelakukan publik Anfield.

“Para penonton mencobanya (untuk melempar koin atau barang) tapi mereka tidak menyentuh saya. Mungkin lain kali mereka akan lebih baik, coba lagi tahun depan,” kata Guardiola kepada dikutip dari Sky Sports.

Ini bukan kali pertama masalah terjadi di laga antara kedua tim ini. Pada 2018, bus tim City diserang dengan lemparan botol dan berbagai barang saat bertemu di Champions League.

“Semua koin ini, mereka mencobanya, tapi tidak kena. Mereka sudah mendapat pelatih bertahun-tahun lalu,” lanjut Guardiola.

Pelatih Liverpool Jurgen Klopp meminta maaf mewakili the Reds.

“On, sangat buruk, saya minta maaf. Saya minta maaf atas hal itu. Saya tidak tahu. Ini seharusnya tidak pernah terjadi, tidak pernah,” kata Klopp.

Liverpool kemudian mengeluarkan pernyataan mereka terkait hal ini dan akan menginvestigasi serta menghukum pelaku yang bersalah.

“Kami sadar adanya insiden terkait barang yang dilempar ke area teknis di laga hari ini,” tulis Liverpool, dikutip dari Sky Sports.

“Ini benar-benar tidak bisa diterima dan bukan perilaku standar yang kami inginkan di Anfield. Insiden ini akan sepenuhnya diperiksa menggunakan CCTV dan yang bersalah akan dihukum, termasuk larangan seumur hidup dari Stadion Anfield dan kemungkinan larangan dari sepak bola.”

Liverpool juga mengeluarkan pendapat terkait ‘nyanyian keji’ dari pendukung tim tamu. Kepolisian Merseyside mengkonfirmasi adanya gambar ofensif di area tim tamu.

“Kami sangat kecewa mendengar nyanyian keji terkait tragedi stadion dari area tim tamu di laga hari ini di Anfield. Area tim tamu juga dirusak oleh grafiti serupa,” tulis Liverpool, dikutip dari situs resmi klub.

“Kami tahu dampak dari kelakuan tersebut terhadap keluarga, penyintas, dan semua yang terkait dengan musibah tersebut.”

“Kami bekerja sama dengan otoritas terkait dan akan bekerja sama dengan Manchester CIty untuk memastikan nyanyian ini musnah seluruhnya dari sepak bola.”