MSPORTS – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, meminta maaf kepada Liverpool atas chants keji yang dinyanyikan fans City terkait tragedi Hillsborough dan Heysel di Anfield, Minggu (16/10) lalu.

Liverpool bahkan mengeluarkan pernyataan terkait ‘nyanyian keji’ dari pendukung tim tamu. Kepolisian Merseyside mengkonfirmasi adanya gambar ofensif di area tim tamu.

“Kami sangat kecewa mendengar nyanyian keji terkait tragedi stadion dari area tim tamu di laga hari ini di Anfield. Area tim tamu juga dirusak oleh grafiti serupa,” tulis Liverpool, dikutip dari situs resmi klub.

“Kami tahu dampak dari kelakuan tersebut terhadap keluarga, penyintas, dan semua yang terkait dengan musibah tersebut.”

“Kami bekerja sama dengan otoritas terkait dan akan bekerja sama dengan Manchester CIty untuk memastikan nyanyian ini musnah seluruhnya dari sepak bola.”

City sendiri tidak ada memberikan pernyataan terkait hal ini, dengan Guardiola menjadi suara pertama yang keluar dari pihak City.

Guardiola mengaku tidak mendengar chant tersebut, sebelum meminta maaf kepada the Reds.

“Saya tidak mendengar chants tersebut. Jika itu terjadi, saya sungguh minta maaf. Itu tidak mewakili kami sebagai tim dan klub - jika ini terjadi,” kata Guardiola, saat jumpa pers menjelang laga kontra Brighton & Hove Albion, Sabtu (22/10) malam WIB.

“Tapi tidak usah khawatir, kami bisa bersikap dengan sempurna setelah kesalahan kami, tanpa masalah.”

Pelatih the Reds, Jurgen Klopp, dituduh xenofobia usai menyindir Manchester City sebelum laga kontra juara Premier League tersebut.

Terkait hal ini Guardiola ditanya apakah rivalitas antara kedua tim menjadi toksik.

“Saya tidak berpikir begitu. Dari sisi kami, saya cukup yakin,” tutur Guardiola.

Menurut laporan BBC Sport, petinggi City tidak senang akan komentar tersebut. Mereka menganggap komentar tersebut memercikan api di laga tersebut yang kemudian memang berlangsung panas.

Pelatih asal Jerman tersebut mengatakan City, yang dimiliki oleh Sheikh Mansour, dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan secara finansial.

Ia juga mengatakan City adalah salah satu dari tiga klub, selain Paris Saint-Germain dan Newcastle United yang masing-masing didukung Qatar dan Arab Saudi, yang memiliki kekuatan finansial tidak terbatas.