MSPORTS – Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) dan Federasi Sepak Bola Inggris (FA) baru saja merilis hasil laporan dari ajang Piala Eropa Wanita 2022.

Hasilnya, terdapat catatan-catatan luar biasa yang menunjukkan betapa meningkatnya sepak bola wanita pascaturnamen yang dijuarai oleh tuan rumah, Inggris, tersebut.

Laporan yang diproduksi oleh organisasi Ernst and Young (EY) ini menganalisis data dalam enam kategori, yaitu kesuksesan operasional, perkembangan permainan profesional, olahraga fisik, partisipasi olahraga serta sepak bola akar rumput, dampak ekonomi, dan dampak sosial serta jangkauan internasional.

Beberapa temuannya di antaranya adalah terdapat total 365 juta penonton dari 195 wilayah yang membuat ajang ini menjadi Piala Eropa Wanita yang paling banyak disaksikan.

Sementara untuk para penonton yang hadir langsung, tercatat ada 574,875 orang yang datang langsung ke stadion di seluruh pertandingan yang digelar. Dari jumlah tersebut, 110,555 di antaranya merupakan orang-orang yang berasal dari 104 negara yang berbeda.

Rata-rata pertandingan di ajang ini sendiri dihadiri oleh 18,544 penonton. Sementara untuk partai final di Wembley yang memang tiketnya telah habis terjual sebelum ajang resmi dimulai, tercatat ada 87,192 penonton yang merupakan salah satu rekor untuk pertandingan final.

Secara perkembangan sepak bola wanita, 84 persen dari total penonton mengaku bahwa ajang ini juga membantu mengubah persepsi terhadap sepak bola wanita.

Sementara itu, 88 persen di antaranya mengaku kemungkinan besar akan kembali menyaksikan pertandingan sepak bola wanita, baik internasional maupun domestik, di masa depan.

Nadine Kessler yang merupakan Kepala Sepak Bola Wanita UEFA mengungkapkan: “Laporan ini mengonfirmasi dampak positif yang masih diberikan oleh Piala Eropa Wanita 2022 setelah peluit akhir serta legasi bersejarah dar turnamen ini.”

“Kini, kami harus memanfaatkan kesukesan ini untuk terus memajukan permainan kami bagi anak-anak wanita dan perempuan, untuk mengamankan komitmen lebih jauh bagi sepak bola wanita, dan juga menunjukkan manfaat dari menjadi tuan rumah dari turnamen ini mengingat proses pemilihan untuk Piala Eropa 2025 masih berjalan,” pungkasnya.