MSPORTS – Rafael Leao berkembang menjadi bintang di AC Milan. Ia merupakan salah satu pemain dengan peran paling krusial ketika mereka menjuarai Serie A pada musim lalu.

Meski begitu, pemain asal Portugal ini mengakui bahwa dua tahun pertamanya di Milan berjalan begitu sulit. Pemain berusia 23 tahun ini sendiri bergabung dari Lille pada 2019.

“Dua tahun pertama di Milan sulit. Saya datang dari Prancis di mana semuanya lebih kecil dan hidup sangat berbeda,” ungkapnya kepada Outpump.

“Ketika anda tiba di Milan, anda tahu harus menjadi pemenang. Begitu banyak legenda yang mengenakan baju yang sama seperti anda memenangkan begitu banyak trofi,” ujarnya.

“Anda langsung merasakannya dan hidup dengannya. Setelah proses transisi, saya pun menjadi orang dan pemain yang berbeda,” tegasnya.

Leao menyebut ada dua sosok yang membantunya melewati tahap transisi tersebut, yaitu sang pelatih, Stefano Pioli, dan Zlatan Ibrahmovich.

“Di periode ini, keluarga saya, pelatih Pioli dan Ibra yang selalu saya jaga dekat setiap hari begitu fundamental,” lanjutnya.

“Zlatan menjadi contoh. Dia mengajarkan saya pentingnya meminta, selalu bertahan fokus, bahkan di luar lapangan. Kami bisa berbicara kapan pun, bukan sebagai profesional ataupun kolega, tetapi sebagai seorang pria,” ucap Leao.

Kini, Leao pun memasang target tinggi. Dia ingin penampilan bagusnya di klub bisa membuatnya menjadi pilihan utama di tim nasional.

“Sekarang, saya ingin mengambil semua keuntungan dari kesempatan yang ada. Saya ingin menjadi pahlawan dan mendapat tempat di sebelas pertama di tim nasional Portugal,” pungkasnya.