MSPORTS – Rafael Nadal mengakui mentalnya hancur pasca gugur di putaran kedua Australian Open. Pemegang 22 gelar Grand Slam ini kalah dari Mackenzie McDonald di Rod Laver Arena dengan skor 6-4 6-4 7-5, Rabu (18/1).

Partai tersebut diwarnai dengan petenis asal Spanyol yang menderita cedera. Ia sempat meminta medical time out. Meski kembali bermain, ia akhirnya harus menyerah dari petenis Amerika Serikat berusia 27 tahun tersebut.

Nadal yang kini sudah berusia 36 tahun, menderita banyak cedera pada paruh kedua tahun lalu. Ia menderita cedera kaki dan otot perut, yang membuatnya banyak absen sejak Wimbledon 2022.

Pada pertandingan pemanasan sebelum Australian Open, ia kalah dua kali di United Cup. Ia juga harus bersusah payah melewati hadangan Jack Draper di putaran pertama.

“Saya berharap ini tidak terlalu buruk. Pada akhirnya ini tiga pekan yang positif dalam hal latihan,” kata Nadal, dikutip dari Reuters.

“Jadi saya sangat berharap cedera ini tidak membuat saya menepi begitu lama, karena akan sulit untuk pemulihan kembali.”

“Bukan hanya pemulihan. Juga semua kerja keras yang harus Anda lakukan untuk kembali ke level yang cukup.”

Dengan gugurnya Nadal, Novak Djokovic memiliki peluang besar untuk menyamai rekor 22 Grand Slam.

“Pada akhirnya, saya tidak bisa komplain apa pun soal hidup saya,” lanjut Nadal.

“Jadi hanya dalam hal olahraga dan cedera dan momen berat, maksud saya, itu tambah satu lagi.”

“Tidak bisa bilang kalau saya tidak hancur secara mental saat ini, karena saya akan berbohong.”

Meskipun begitu, Nadal masih berupaya untuk kembali ke lapangan. Petenis yang terkenal dengan kerja kerasnya ini memang beberapa kali berhasil memenangkan gelar juara pasca sembuh dari cedera.

“Ini hal yang mudah, saya suka apa yang saya lakukan. Saya suka bermain tenis,” tambahnya.

“Saya tahu ini bukan selamanya. Saya suka diri saya yang kompetitif. Saya suka berjuang untuk hal yang saya sudah perjuangkan selama hampir separuh hidup saya atau bahkan lebih.”

“Ini tidak sulit untuk dipahami.”