MSPORTS – Bintang tenis dunia, Rafael Nadal, yang merupakan pemegang rekor titel Grand Slam terbanyak, mendukung Lionel Messi, pemenang titel terbanyak Ballon d’Or, untuk membawa Argentina bangkit usai dikalahkan Arab Saudi pada Selasa (22/11) lalu.

Nadal sendiri merupakan penggemar berat sepak bola. Sempat bermain sepak bola waktu kecil, pria yang kini berusia 36 tahun ini lebih memilih fokus untuk bermain tenis.

Meski penggemar berat Real Madrid, Nadal memiliki paman yang merupakan salah satu legenda Barcelona, Miguel Ángel Nadal.

Miguel termasuk dalam skuad dream team Barcelona yang dilatih Johan Cruyff, yang berhasil memenangkan Champions League pada 1992 lalu. Ia termasuk dalam skuad yang diisi legenda Barcelona lainnya seperti Pep Guardiola, Ronald Koeman, Michael Laudrup, Romário, dan Hristo Stoichkov.

“Saya bukan salah satu yang ekstrem, tidak terlalu senang, juga tidak terlalu sedih,” kata Nadal, saat diwawancara sebelum laga eksebisi melawan Casper Ruud di Buenos Aires, Argentina, dikutip dari Reuters.

“Dunia tidak berubah. Mereka hanya kalah sebuah pertandingan dan ada dua pertandingan selanjutnya. Setidaknya hal yang pantas mereka mendapatkan rasa percaya diri dan respek.”


“Mereka datang sebagai juara di Amerika Selatan, dari memiliki salah satu rekor kemenangan beruntun terbanyak dalam sejara, jadi kenapa kehilangan rasa percaya diri? Saya berpikir Argentina masih menjadi salah satu kandidat kuat untuk melangkah jauh.”

Nadal yang merupakan fans Real Madrid, kemudian memberikan pujian atas karier gemilang Messi, yang merupakan legenda Barcelona.

“Messi banyak mengalahkan Real selama bertahun-tahun, tapi sebagai pecinta olahraga, Anda mengapresiasi seseorang yang sangat spesial,” lanjut Nadal.

“Di La Liga, kita sudah cukup beruntung bisa menikmati Messi di tahun-tahun terbaik dalam kariernya.”

“Dia telah memberikan kita banyak momen spesial dalam dunia olahraga, dia salah satu atlet terbaik di sejarah sepak bola dan olahraga.”

Pada pertandingan selanjutnya, Argentina kembali harus menuntaskan tugas berat saat bertemu Meksiko pada Minggu (27/11) dini hari.