MSPORTS – Juara dunia Formula 1 empat kali, Sebastian Vettel, mengumumkan dirinya akan pensiun di akhir musim ini. Pembalap berusia Aston Martin ini mengakui telah memikirkan soal pensiun sejak lama.

Mantan pembalap Red Bull dan Ferrari ini juga mengungkapkan pikiran soal pensiun ini malah mengganggunya dan keputusan yang telah dibuatnya ini malah membuatnya lega dan tidak menghilangkan motivasi di 10 balapan tersisa.

“Saya tidak melihat ada masalah untuk memotivasi diri saya di 10 balapan selanjutnya. Saya merasa kebalikannya,” kata Vettel, dikutip dari Motorsport.com.

“Saya pikir sudah jelas keputusan ini sudah ada di kepala saya sejak lama, dan menguras tenaga saya, jujur saja, dan mungkin terkadang mengganggu saya sedikit, saya sedikit lega dan menantikan balapan selanjutnya. Jadi ini mungkin lebih kebalikannya.”

Vettel menjalankan debutnya di kejuaraan jet darat ini pada 2007 lalu di GP Amerika Serikat saat sekali menjajal mobil BMW Sauber. Ia lalu mendapatkan tempat permanen bersama Toro Rosso di paruh akhir musim tersebut.

Ia menjadi pemenang GP termuda saat itu pada 2008 di Monza. Prestasi tersebut membuatnya naik kelas ke tim Red Bull di tahun berikutnya.

Pembalap berusia 35 tahun ini menikmati puncak kariernya saat menjadi juara dunia termuda pada 2010. Ia lalu meneruskan dan meraih juara empat kali beruntun hingga 2013.

“Jadi, lini waktunya membawa kita jauh bertahun-tahun ke belakang. Jadi ini bukan keputusan yang saya ambil dalam satu malam. Sudah jelas, keputusan akhirnya saya ambil kemarin, dengan memberi tahu tim bahwa saya akan berhenti dan tidak meneruskannya. Tapi ada banyak pemikiran sebelum ini.

“Jadi ya, saya pikir ini waktu yang tepat untuk saya melakukan hal yang lain. Tentu, saya tahu seberapa besar dedikasi untuk hal ini. Dan jika Anda melakukan hal ini, saya yakin Anda harus melakukan dengan cara yang benar. Saya tidak mendapatkan banyak kesenangan dan motivasi hanya berada di sini dan hanya menjadi bagian dari ini.”

Vettel bergabung bersama Ferrari, tim idolanya, pada 2015. Ia menjadi pesaing utama juara dunia bersama Lewis Hamilton (Mercedes) pada 2017 dan 2018. Namun gagal di dua kesempatan tersebut.

Aston Martin kini menjadi tim terakhirnya sebelum pensiun yang ia bela sejak 2020 lalu.

Meski performa Aston Martin tidak seperti yang diharapkan pada musim ini, pembalap asal Jerman ini tetap menghargai timnya, dan percaya akan membuat progres ke depannya.

“Tujuannya selalu untuk menang dan bersaing di depan. Saya pikir saya telah sangat beruntung banyak memiliki mobil yang hebat dan tim di masa lalu yang membuat saya bisa meraih banyak hal.

“Saya pikir dalam hal kehebatan, tim ini tidak jauh dari yang lainnya, dibanding dengan yang sebelumnya, tapi tentu saja, mobil kami tidak sekuat seperti yang kami inginkan.

“Jadi kami tidak bersaing di depan. Tapi dalam hal usaha, semangat tim, kualitas, saya pikir bahannya sudah tepat. Dan saya melihat tim ini akan membuat progres tahun depan, atau di tahun ke depannya lagi.”