MSPORTS – Tim T1 Dota2 mengumumkan menggaet juara dunia dua kali, Anathan “ana” Pham dan Topias “Topson” Taavitsainen, pada Selasa (16/8) malam. Mantan bintang tim OG ini akan membela T1 dalam The International 11 Southeast Asia Qualifier.

Kedua pemain ini terakhir kali bermain bersama pada DreamLeague Season 15, sebelum Ana memutuskan untuk pensiun dari pemain Dota profesional.

Ana lalu menjadi pemain stand-in untuk Team Liquid di Riyadh Masters 2022 dan Royal Never Give Up di Arlington Major. Sedangkan Topson yang sebelumnya masih dikontrak OG, menjadi salah satu streamer paling populer setelah memutuskan untuk rehat pada November tahun lalu.

T1 memang sedang mencari pemain mid dan carry baru setelah melepas Karl "Karl" Baldovino dan Kim "Gabbi" Santos pada awal bulan ini. Meskipun performa mereka tidak buruk selama tahun ini, T1 gagal menjadi tim terbaik di SEA, dan mencari perubahan menjelang The International.

Ana dan Topson akan bergabung dengan T1 untuk The International 11 SEA Qualifier yang akan dimulai pada 3 September mendatang. Mereka akan bersaing dengan tim top di SEA lainnya yang tidak lolos ke The International melalui Dota Pro Circuit Points.

Nama Ana dan Topson mencuat ketika menjadi juara dunia The International 8 dan 9 sebagai bagian dari tim OG. 

Meski tidak diunggulkan, mereka tampil mengejutkan saat memenangkan TI 8.

Ana dan Topson kini dinilai sebagai legenda di dunia Dota sekaligus pemain free agent terpanas saat ini.

Berikut roster T1 Dota2 untuk The International 11 SEA qualifier:

Anathan “ana” Pham

Topias “Topson” Taavitsainen

Carlo “Kuku” Palad

Kenny “Xepher” Deo

Matthew “Whitemon” Filemon

Park “March” Tae-won (pelatih)

Kim “QO” Sun Yeob (analis)

Ana akan menjadi pemain resmi T1. Sementara Topson akan bermain sebagai stand-in.

Meski Boom dan Fnatic telah lolos ke TI, kualifikasi di Asia Tenggara ini masih diisi oleh tim-tim top. Talon akan menjadi favorit. RSG dan SMG juga masih berpeluang untuk lolos.

Dengan hanya satu tim yang akan lolos melalui kualifikasi ini, tugas berat akan menanti T1 dengan tim barunya. Namun dengan dua tim yang mendapatkan Last Chance Qualifier, T1 dengan dua pemain bintangnya memiliki peluang untuk meraih salah satu tempat tersebut.