MSPORTSManchester United telah mengumumkan kondisi keuangan mereka untuk tahun anggaran musim 2021-22, Kamis (22/9) lalu. Dalam rilis tersebut, Setan Merah mengalami kerugian bersih sebesar 115,5 juta poundsterling atau sekitar Rp1,9 Triliun, meski pendapatan meningkat 18 persen menjadi 583 juta poundsterling atau Rp9,8 triliun.

Angka tersebut termasuk dalam kuartal terakhir tahun anggaran ini yang berakhir pada Juni lalu yang menunjukkan kerugian mereka meningkat sebesar 23 juta poundsterling.

Sebagai dampak dari pembelian pemain pada musim lalu seperti Cristiano Ronaldo, Jadon Sancho, dan Raphael Varane, tanggungan gaji  United meningkat 191,1 persen, dari 61,6 juta pounds menjadi 384,2 juta pounds.

Jumlah tersebut merupakan yang tertinggi dalam sejarah Premier League, menyalip rekor sebelumnya yang dicetak oleh Manchester City dengan 355 juta pounds.

Adapun utang tim yang bermarkas di Old Trafford juga meningkat dari 419,5 juta pounds pada 2021 menjadi 514,9 juta pounds, atau meningkat 22 persen.

“Hasil finansial kami untuk tahun anggaran 2022 mencerminkan pemulihan dari pandemi, dengan fans yang sepenuhnya kembali dan kerja sama komersial baru mengimbangi peningkatan investasi dari skuad pemain,” kata Cliff Baty, kepala bagian finansial, dikutip dari rilis United.

“Hasil ini dipengaruhi oleh absennya tur musim panas pada Juli 2021, peningkatan bahan dan utilitas, dan dampak dari melemahnya sterling pada biaya non-tunai kami.”

Dalam rilis tersebut juga menunjukkan biaya kompensasi untuk pemecatan Ole Gunnar Solskjaer pada November lalu dan Ralf Rangnick, yang tidak jadi mengambil peran sebagai penasehat selama dua tahun sebesar 24,7 juta pounds.

Meskipun begitu, United memprediksi total pendapatan pada musim 2022-23 berkisar 580 juta pounds hingga 600 juta pounds.