MSPORTS – Vinicius Junior kembali mengalami tindakan rasisme. Itu terjadi saat Real Madrid kalah dari Valencia dengan skor 0-1, Minggu (22/5/2023).

Pada pertengahan babak kedua, pertandingan sempat dihentikan karena insiden tersebut. Vinicius sendiri mendapat kartu merah jelang laga usai karena terlibat pertikaian dengan Hugo Duro.

Usai pertandingan, bintang muda asal Brasil tersebut menyatakan lewat akun media sosialnya bahwa LaLiga kini merupakan liga para pelaku rasis.

Pengalaman buruk yang ia terima di laga ini memang bukan kali pertama. Setidaknya, pada musim ini saja, Vinicius pernah merasakannya di laga melawan Ateltico Madrid dan Real Valladolid.

“Ini bukan kali pertama, kedua, atau ketiga. Rasisme normal di LaLiga. Di sepak bola, mereka berpikir ini normal, federasi juga berpikir demikian, dan lawan mendorongnya,” tulis Vinicius.

“Saya sangat sedih. Kejuaraan yang dulu milik Ronaldinho, Ronaldo, Cristiano, dan Messi, hari ini milik para orang rasis,” tegasnya.

“Sebuah negara yang indah yang menyambut saya dan saya cintai tetapi kini sepakat untuk mengekspor kesan negara yang rasis ke seluruh dunia,” lanjut pemain berusia 22 tahun tersebut.

“Saya meminta maaf kepada orang-orang Spanyol yang tidak sepakat. Namun, hari ini di Brasil, Spanyol dikenal sebagai negara rasis. Dan sayangnya, karena itu terjadi setiap pekan, saya tidak bisa membela,” ujar Vinicius.

“Saya membiarkannya terjadi. Namun, saya kuat dan akan mengakhiri rasisme ini, meskipun jauh dari sini,” pungkas mantan pemain Flamengo tersebut.

LaLiga sendiri menyatakan bahwa mereka tengah mengumpulkan semua bukti terkait insiden ini. Jika ditemukan, maka tindakan hukum pun akan diambil.